Langsung ke konten utama

Bagi-Bagi

Lama tak jumpa, sanak sodare …. Wah, rasanya memang lama sekali saya gak ngisi blog ini. Kali ini yang ingin saya bahas adalah kegiatan saya di semester 6 ini. Wuih, gile bener padat nya kuliah kali ini dibanding sebelumnya. Kalo sebelumnya sangat menguras otak sekarang lebih kepada fisik, menguras tenaga fisik.
Semester yang sebelum-sebelumnya kuliah tak memakan banyak hari, palingan otak yang dimakan karena butuh tenaga ekstra untuk berpikir tentang materi ini itu, rumus ini itu, analisa ini itu. Sekarang kuliah banyak yang mengarah ke pendidikan, ada praktek mengajar dll. Tapi gak enaknya, tiap mata kuliah ada praktek, otomatis waktunya nambah. Senin-sabtu full plus tugas yang banyak plus persiapan bahan ajar dan tentunya mengajar teman sejawat, bahasa mentawainya peer teaching. Karena itu, diperlukan tenaga ekstra untuk fisik plus pikiran n mental untuk mengajar.
Tapi, banyak juga pengetahuan dasar yang saya dapat karena materi ajar kali ini adalah materi untuk persiapan mengajar di sekolah. Contohnya membuat animasi pada powerpoint, jujur saya baru tahu bisa bagus animasi nya, saya kira dulu powerpoint isinya buat presentasi biasa aja.
Ada juga pembahasan tentang mikroprosesor dan mikrokontroller, ini mata kuliah yang saya ulang karena dapat nilai C, tapi kali ini saya lebih mengerti tentang konsep-konsepnya. Ternyata “alam takambang jadi guru” pun berlaku pada mata kuliah ini.
Disini, yang ingin saya bagi-bagi secara gratis adalah pengetahuan mengenai mata pelajaran atau pun mata kuliah. Mengenal sebuah ilmu sama halnya mengenal seseorang, harus tau konsepnya seperti apa, mulailah dari 0 sampai sedetail-detailnya. Bagi saya, tentunya sama seperti mencintai seorang gadis, cie cie eh saya udah punya tunangan lho.
Kemudian, semester ini saya banyak menggunakan software desain, kebetulan sejak tahun 2010 saya sering download software di situs www.modernw4r3.com, lengkap en top markotop dah, ada lesensi key nya juga. Tak hanya software, game nya pun banyak, saya pernah sedot GTA Vice City disana.
Sekian postingan kali ini, rasanya jadi makin dewasa dah, hahahaha. Moga bermanfaat, sedot aja tuh semua ilmu, banyak deh gunanya walaupun konsentrasi kita gak disana, okeeeh. #ngilang ….

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...