Langsung ke konten utama

Pengenalan Soundcard


Bagaimana anda akan menghubungkan microphone, headset, speaker, gitar listrik, atau setrika listrik (lho..?!) pada komputer anda?

Mari kita bicarakan mengenai soundcard. Soundcard adalah bagian dari komputer yang berfungsi untuk merubah suara Analog menjadi Digital atau sebaliknya. Dari beragam jenis, merk dan harganya, yang akan kita bicarakan hanyalah yang berupa slot PCI ataupun on board yang memiliki tiga jack dan satu buah joystick port, yang harganya murah.

Joystick/MIDI Port

Sebetulnya port ini digunakan bila anda ingin memainkan PES 2008 dengan joystick. Anda bisa menghubungkan joysticknya ke dalam port ini lalu instal drivernya (windows 98 ke bawah) . Selain merupakan port yang berfungsi untuk menghubungkan joystick Game dengan komputer, kita juga bisa menghubungkan instrument MIDI ke dalam port ini,hingga kita bisa memainkan keyboard MIDI dan menyimpan filenya di hardrive.
Lalu kenapa port ini ada pada soundcard ? Entahlah, yang jelas, bahwa bermain game memang tidak nyaman bila tanpa efek suaranya.

Mic input jack (dengan minijack ukuran 1/8” stereo)

Lalu kemudian ada jack yang bertuliskan mic. Apa yang dapat kita perbuat pada jack ini?Tidak ada ! Jack ini dirancang hanya untuk mic komputer, Biasanya terdapat pada headset yang sering kita jumpai di warnet-warnet, atau mic yang kita beli di toko komputer. Tentu kita harus bertanya kenapa ada 3 buah jack pada soundcard tersebut bila tidak ada gunanya. Bukankah tiga buah lubang terlalu banyak? Pesan saya, jangan colokkan apapun pada jack ini, terutama microphone , kecuali mic yang telah saya sebutkan di atas.
Itupun kalo hanya sekedar untuk merekam suara kucing anda untuk dijadikan ringtone saja sih tidak apa-apa. Tapi bila anda ingin professional, anda harus memulainya dengan benar dari sekarang.

Line Output (dengan minijack ukuran 1/8” stereo)

Di sini kita bisa menghubungkan komputer kita dengan beragam instrument yang memiliki input jack, seperti speaker aktif, mini compo, tape deck, atau amplifier. Untuk proses mixing biasanya dihubungkan dengan speaker monitor jenis near-field (dijelaskan lain waktu).
Bila soundcard anda berharga lebih murah, mungkin port ini tidak ada, namun terdapat port bertuliskan..

Headphone jack (dengan minijack ukuran 1/8” stereo)

Port ini juga berfungsi hampir sama, tapi sebenarnya lebih tepat digunakan untuk headphone. Anda bisa menggunakan headphone untuk keperluan monitoring, tapi untuk hasil yang maksimal sangat tidak disarankan.

Line Input (dengan minijack ukuran 1/8” stereo)

Port inilah yang harusnya paling anda perhatikan dalam proses recording. Segala instrument dalam proses recording sebaiknya melalui port ini untuk hasil yang maksimal.
Sayangnya banyak orang yang tidak memahami arti “Line Input” ini dengan baik. Line Input berarti input jack yang memiliki “line level”. Line Level adalah standar nilai sebuah line input/output yang memiliki tegangan sekitar 200 milivolt yang kompatibel dengan peralatan stereo normal lain CD Player, tape deck dsb, yang memiliki line output.
Port ini tidak untuk dihubungkan secara langsung dengan segala jenis microphone, guitar listrik, apalagi headphone jack, atau segala jenis alat yang mengarah ke headphone atau speaker. Sekali lagi, port ini hanya dihubungkan dengan jack line output.yang terdapat pada alat yang akan anda gunakan.
Lalu, bagaimana bila kita ingin melakukan rekaman suara vocal kita dengan menggunakan microphone (bukan mic komputer lho..)? Dimana sebaiknya kita mencolokkan mic tersebut? Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, maka port Line Input-lah tempatnya. Namun anda memerlukan sebuah alat yang disebut pre-amp. Alat ini untuk memperkuat sinyal dari microphone, karena sesungguhnya signal dari mic sangat lemah atau tidak mencapai level “line”, sehingga anda akan mendapat hasil rekaman vocal yang cederung pelan (bahkan hampir tidak terdengar). Tapi jangan dulu terburu-buru pergi membeli mic pre-amp ini (siapa yang pingin beli, mo beli pulsa aja masih mikir..he..he..) Bila anda ingin menggunakan lebih dari satu buah mic, sebaiknya menggunakan mixer. Mixer adalah alat yang memiliki beberapa channel input. Biasanya sudah terdapat pre-amp di dalamnya (built-in) untuk microphone, ada juga yang memiliki phantom power untuk condenser, bahkan ada yang memiliki efek seperti EQ, reverb,compressor dsb. Tentu saja sesuai dengan harganya.Tapi bila anda memiliki budget yang tidak banyak, maka mic mixer/preamp 2 channel yang harganya ‘cuma’ sekitar 1 juta sudah mencukupi.

Baiklah, demikian sedikit penjelasan saya mengenai soundcard. Jangan lupa menggunakan kabel untuk menghubungkan semua peralatan ke komputer anda. Walau belum cukup untuk menjadikan anda seperti seorang Ahmad Dhani, paling tidak anda sudah bisa merekam suara anda sendiri di komputer. Selamat mencoba !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...