Langsung ke konten utama

Sedikit Tips Musik Mixing


Mixing adalah meramu semua yang telah kita record dalam tiap-tiap track, menjadi satu lagu utuh.
Di sinilah proses kreatif seseorang betul-betul diuji, sehingga tidak ada dua orang yang melakukan hal ini dengan cara dan hasil yang sama. Bahkan kadang kita menjadi terlalu kreatif sehingga hasilnya tidak seperti yang diinginkan ( baik dalam arti negative atau positif )

Mari kita simak tips dari seorang Music Engineer peraih Platinum berikut ini :

  1. Pelajari dan pahami sofware yang digunakan, baca panduan penggunaan atau dokumentasinya, lalu coba dan perbanyak latihan. Kunjungi forum onlinenya bila ada.
  2. Buat rekaman/recording anda dengan hasil sebagus mungkin. Jangan terburu-buru berpikir untuk menambahkan efek. Jangan berhenti sampai benar-benar mendapatkan hasil yang diinginkan. Jangan lupa untuk menyimpan backup data yang telah anda record.
  3. Pastikan kalau speaker yang digunakan memiliki kualitas bagus. Kalau ingin mendapatkan hasil berkualitas, gunakanlah speaker khusus untuk monitor.
  4. Mulailah dengan bagian rythm, yaitu kerangka dari sebuah lagu. Lalu diikuti oleh vokal. Baru kemudian instrument yang lain.
  5. Stereo positioning sangatlah penting. Tidak mengapa jika suara satu instrument seluruhnya diletakkan di sebelah kanan sedang yang lain di sebelah kiri. Yang penting adalah, suara vokal utama, bass gitar dan bass drum diletakkan di tengah. Instrument drumkit yang lain boleh saja dipisah-pisah kanan/kiri, asal jangan terlalu jauh. Begitu juga dengan suara backing vocal.
  6. Ketika dua buah instrument saling ’mematikan’ satu sama lain, gunakanlah Equalizer (EQ) untuk memisahkan antara frequensi high end dan yang low end.
  7. Jangan berlebihan dalam memberi effek reverb. Memang bagus menambahkan sedikit reverb pada instrument, asal jangan berlebihan. Juga jangan mengisi kekosongan dengan reverb. Bila memang terasa perlu, isilah dengan instrument saja.
  8. Gunakan compression untuk meratakan volume suara. Terkadang hasil rekaman kita memiliki kekerasan yang tidak stabil, ada yang terlalu keras, atau terlalu pelan.
  9. Mixdown the tracks. Setelah setiap track sudah terdengar bagus sesuai dengan yang diinginkan, mixdown atau jadikan seluruh track yang ada menjadi single track stereo.
  10. Audio mastering adalah langkah terakhir. Tambahkan beberapa effek atau yang lainnya pada hasil mix terakhir anda tetapi jangan berlebihan. Cobalah mainkan hasil mixing anda di beberapa alat putar/ player/system.
Selamat Mencoba

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...