Langsung ke konten utama

Info Website Jual Beli Anyar di Indonesia

Selamat siang masbro, mbaksis, ehm mbanci juga, hehe

Di siang yang panas ini, saya coba share tentang website jual beli yang anyar dan bagus di Indonesia. Kenapa lu tiba-tiba posting ini di .. Suka-suka donk, kan ini blog gue, hahaha gak kok. Kebetulan saya kemarin coba buat beli-beli online, jualan belum, ntar. Ada beberapa yang sudah saya coba dan ada yang sudah dicoba juga sama teman-teman saya. Daripada kelamaan masuk ke inti cerita mari kita mulai dalam hitungan 500, 499, 498, .... (gue tidur bentar), 5, 4, 3, 2, 1 ....

Taraaa

1. Lazada.co.id


Lazada merupakan sebuah situs jual beli yang menyediakan barang-barang berkualitas dengan harga yang sesuai. Barang yang dijual ada berupa barang elektronik, peralatan dapur, dll.
Di Lazada saya sudah membeli beberapa produk, pertama TAFF Mini DV, kamera mini 5MP yang mungil, unik dan bagus. Awalnya sih kecewa, kecil, kayak mainan. Tapi setelah dicoba, well, amazing amazing (itu gaya tukul), hasilnya jauh dari perkiraan saya, kereeen cooy. Jadinya saya ketagihan fotografi, biarin yang lain pakai SLR, saya bangga pakai Mini DV. Produk lainnya ada RUV Sarung Tangan, RUV Masker dan Pitstop Masker.
Keunggulan Lazada antara lain:
  • Gratis pengiriman di kota-kota besar se Indonesia
  • Ada COD-Cash on Delievery, bayarnya saat barangnya udah datang
  • Jika mendaftar newsletter maka kamu akan mendapatkan diskon untuk setiap pembelian barang, tapi ada syaratnya
2. Bhinneka



Bhinneka.com merupakan situs jual beli yang hampir sama dengan Lazada, tetapi bhinneka lebih banyak menjual peralatan komputer dan elektronik. Saya belum pernah belanja di bhinneka tetapi kebetulan teman sekamar saya kemarin beli ampli bass disana. Soal harga, cukup bersaing dengan situs lain.
Bhinneka juga menyediakan pengiriman gratis dan COD untuk beberapa daerah, tetapi yang saya dengar ada beberapa produk yang memang digratiskan pengiriman oleh bhinneka di kota-kota besar. Contohnya kemarin waktu teman saya beli ampli, ada yang nitip beli lensa kamera, gak tau nya kena ongkir, amplinya gak. Jadi, kudu  teliti aja.

3. Tokopedia


Tokopedia merupakan situs jual beli besar yang pernah saya tau. Jangan tanya kenapa, karena saya akan kasih tau langsung. Jadi begini lo mbak ee, buk ee, pak ee, tokopedia punya toko anakan di bawahnya yang merupakan toko yang didaftarkan oleh perusahaan atau company lain. Tugas tokopedia adalah menjaga toko anakan ini tetap solid, kalau tidak ya di banned. Jadi intinya tokopedia merupakan distributor, tetapi sistemnya beda dengan tokobagus karena untuk urusan pembayaran, pembeli bayarnya ke tokopedia, bukan ke toko anakannya langsung.
Kebetulan yang pernah beli disini adalah pacar saya, cie cie yang punya pacar. Dia membeli meja laptop di toko uniq, anakan tokopedia, bayarnya tetap sama tokopedia. Tokopedia nanti akan call ke Uniq, ini ini ini itu barangnya, bayarannya udah, gini gini gono kasih sini tak kirim cepat ke Padang, hehe gitu deh yang ada di bayangan gue.

Sekian ulasannya. Tapi intinya kalau mau jual beli online itu modalnya teliti, cari referensi dulu, trus berani, kritis. Saya banyak lihat di internet ada yang bilang toko ini nipu, itu nipu. Menurut saya pembeli harus teliti dan jeli dulu lah sebelum membeli, lah wong beli barang langsung di pasar aja bisa ketipu, hehe.

Untuk tiga toko online yang saya rekomendasikan di atas, sampai saat ini saya sendiri tidak menemukan kendala, kejanggalan atau keanehan. Jadi aman dah, lagian saya liat-liat di forum, banyak yang puas daripada yang tidak puas. Ada tuh yang gak puas, katanya kok barangnya gak nyampe-nyampe, dasar toko penipu. Saya lihat ternyata dia mesen di comment tentang definisi produk, lah yang bego sapa mas, hahaha. Kalau mau order ya log in dulu, ada troll buat pengganti keranjang barang, ada wishlist untuk barang-barang yang diinginkan tapi belum mau dibeli sekarang.

Udah, gitu aja, capek ngetik, :). Semoga banyak manfaat dan banyak berguna. Sampai jumpa di postingan saya selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...