Langsung ke konten utama

Ini Baru Humor Cerdas

Pagi blogger mania, wah rasanya sudah lama saya tidak update postingan. Ya akhir-akhir ini saya agak sibuk, ditambah dengan kemalangan yang menimpa saya di kontrakan. Si tangguh ACER AO531h yang sudah 4 tahun menemani saya lenyap digondol maling plus  HUAWEI USB Modem E220. Tapi mudah-mudahan malingnya balikin tu barang, kalau gak ane doain tobat deh dibulan Ramadan ini.

Sesuai judul, saya akan berbagi curhatannya Mas Krisna Perdana Kusuma, simak baik-baik. Kalau mau ketawa ya ketawa aja, gak usah ditahan dan mudah-mudahan sobat blogger terhibur. Humor ini sangat kocak tapi butuh sedikit analisa untuk berpikir, ini baru namanya humor cerdas. :)

========================================================================

Susah Nyenengin Istri.. by Krisna Perdana Kusuma

pas istriku mau ulang tahun aku tanya dia mau apa..
dia bilang mau sesuatu yg berkilau dan bisa berubah dari 0 ke 60 dalam 3 detik..
besoknya aku beliin timbangan..

aku masih inget barang apa aja yang pecah malem tu..

=================================================
belum lama ini abis pulang kerja aku masuk kamar, istriku lagi ngaca tapi gak make baju..
dia bilang "aku udah mulai keriput, banyak lemak, gak cantik lagi" sambil cemberut "kamu puji aku dong.."
ya aku bilang aja "berarti penglihatanmu masi bagus kok.."

sampe hari ni mataku masi bengkak..

=================================================
menjelang ultah pernikahan kami, istriku tiba-tiba bilang "sayang, ajak jalan-jalan dong, ke tempat yang aku belum pernah datang.."
jadi aku ajak dia ke dapur..

ternyata piring terbang itu benar adanya..

=================================================
terakhir abis pulang dari dokter aku bawa obat, istriku tanya apa kata dokter..
aku jawab dokter bilang aku harus banyak istirahat jadi aku beli obat tidur..
istriku tanya lagi berapa kali aku harus minum tiap hari, aku jawab aja "ini buat kamu kok.."

sekarang kata dokter aku masi bisa jalan, tapi agak pincang..


========================================================================

Nah, sekian untuk hari ini, selamat menjalankan ibadah puasa.
Wassalam

Sumber: PHI on Facebook

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...