Langsung ke konten utama

Belajar Mini DV, part 1


Nah, bagi agan yang baru mengenal Mini DV atau baru memiliki Mini DV, ada beberapa hal yang harus diketahui dan dipahami.



Pertama agan harus tahu fungsi dari semua tombol dan port yang ada di Mini DV
  1. Tombol on/off berguna untuk menghidupkan dan mematikan kamera dengan cara menahan tombol ini. Fungsi lain tombol ini adalah untuk mengambil gambar dengan hanya menekannya saja sesaat, ingat jangan ditahan, ntar malah off lho kameranya. Untuk merekam video cukup menekannya sekali untuk mulai merekam dan menekannya sekali lagi saat berhenti merekam.
  2. Tombol mode berguna untuk mengganti mode, gambar dan video, capture atau rekam. Apabila lampu pada led indicator nya berwarna biru, maka artinya kamera sedang berada dalam mode capture gambar, apabila lampunya merah, maka kamera sedang berada dalam mode rekam video. Kalo lampunya kedip-kedip, nah itu artinya lagi ngerekam video gan.
  3. Port mini usb yang berguna sebagai transfer data, nyambil ngecas gan karena nantinya lewat port ini juga transfer arus listrik.
  4. Slot Micro SD yaitu tempat agan masukin memory Micro SD untuk penyimpanan data, udah tau pastinya ya, rata-rata hape agan juga pasti pake slot ini.
  5. View finder merupakan tempat kecil untuk membidik sasaran, tapi cara bidik nya beda sama DSLR atau kamera lain. Agan harus menjauhkan view finder ini dari mata agan, soalnya kalo deket kagak keliatan bidikannya. Nah hal ini ane pelajari secara otodidak aja gan, berdasarkan pengalaman
  6. Lanyard hole, kalo yang ini udah umum, ada di hape, di modem, dan sebangsanya. Gunanya untuk memasukkan tali agar nantinya Mini DV bisa agan gantungin di tangan, di leher dan sebangsanya juga.

Nantikan postingan ane selanjutnya, masih mengenai Mini DV deelel
Sekian terima kasih, Wassalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...