Langsung ke konten utama

[Share] Fotografi Konseptual

Pagi ini saya mau share sebuah tulisan Ve Dhanito yang berjudul Fotografi Konseptual. Saat ini saya memang sedang menyukai fotografi konseptual. Berikut tulisan dari Ve Dhanito dan beberapa contoh foto konseptual dari saya sendiri.

"Fotografi Konseptual. Menyampaikan Pesan Lewat Foto
Oleh Ve Dhanito




A picture is worth a thousand words. Ungkapan itu sudah sering kita dengar. Sebuah gambar dalam satu bidang karya dua dimensi seperti foto dapat mewakili rangkaian kata-kata yang bisa dijabarkan dengan sangat panjang. Tiap foto yang tercipta dari seorang fotografer, mempunyai cerita dan tujuan masing-masing, apapun jenis atau genre fotonya. 
Memang saat ini, batas antara genre fotografi semakin rancu, fotografer sebagai pencipta foto berkreasi sesuai kreatifitasnya masing-masing tanpa harus memusingkan genre fotografi yang mereka anut. Tetapi kalau kita amati dari segi konten atau isi foto, kita bisa membedakan foto berdasarkan tujuan foto itu dibuat. Terlebih foto yang melibatkan manusia sebagai obyek, sebut saja foto human interest, foto portrait, foto fashion, foto beauty dan foto konseptual. 

Konseptual fotografi yang saya pahami adalah karya foto yang dihasilkan dengan konten tertentu untuk menyampaikan suatu pesan. Pemahaman kata konsep disini agak berbeda dengan kata konsep yang sering digunakan. Dalam foto fashion, istilah konsep dipakai untuk menjelaskan wardrobe atau fashion sesuai dengan tema yang diangkat untuk ditampilkan pada foto tersebut. Sifatnya eksplisit, karena bisa langsung terlihat. 

Berbeda dengan konseptual fotografi, dimana titik berat foto bukan pada wardrobe tetapi pada pesan yang ingin disampaikan sang fotografer. Pesan ini kadang implicit dan simbolis. Penggunaan benda tertentu untuk menganalogikan sesuatu kerap digunakan dalam konseptual fotografi.

Tentunya sebagai seorang kreator foto, saya punya maksud tertentu untuk menyampaikan pesan lewat gambar, dengan semua elemen di dalamnya. Tetapi saya memberi kebebasan kepada para penikmat foto untuk berimajinasi sendiri sesuai dengan pemahaman mereka terhadap foto yang saya buat, bahkan mungkin saja seseorang akan punya beberapa tafsiran mengenai gambar tersebut. Dan itulah fotografi konseptual, multitafsir merupakan salah satu cirinya.
Ada kalanya, foto konsep berbaur dengan foto fashion, menjadi sebuah foto fashion yang berkonsep atau foto konsep yang berfashion.

Dengan definisi seperti diatas, maka foto konsep bisa dimanfaatkan dalam berbagai macam keperluan. Dan penggunaan model bisa variatif, tidak selalu harus menggunakan model wanita cantik , tetapi bisa juga model anak-anak, orang tua, binatang atau bahkan benda mati. Semua berangkat dari keperluan fotografer yang ingin menyampaikan pesannya lewat foto.
Uraian saya diatas membahas mengenai pesan dalam konten foto. Sekarang timbul pertanyaan , apa pesan yang mau disampaikan ? Menurut saya semua berawal dari sebuah ide. Kemudian timbul pertanyaan lagi, Darimana datangnya ide ? Ide didapat dari inspirasi. lalu darimana inspirasi itu ? 

Menurut saya, ada 4 elemen sumber inspirasi yang memberi ide untuk menghasilkan karya. Yaitu Ekspresi, imajinasi, emosi dan pemahaman

1. Ekspresi 
Tiap orang punya kegemaran akan sesuatu. Sesuatu yang kita suka, pasti menjadi dekat dengan diri kita, dan otomatis terbawa dalam keseharian kita. Kalau kita peka, hobi dapat menjadi inspirasi yang paling menyenangkan. Sudah bisa dipastikan, kita pasti mengenal seluk beluk hobi kita, cobalah angkat satu area yang kita suka, untuk dijadikan konsep foto.
Saya suka musik walaupun saya tidak bermain alat musik, tapi sebagian besar karya saya dijiwai oleh musik. Inspirasi bisa didapat dari judul lagi, lirik lagu, atau hanya mood dari melodi sebuah lagu.

2. Imajinasi
Bermain dengan alam khayal, berimajinasi menciptakan tokoh atau bahkan cerita berseri. Hal ini bisa sangat menyenangkan, karena kita bermain dengan tokoh imajiner yang sebelumnya hanya ada di kepala kita. 

3. Emosi.
Senang, sedih, kecewa, marah, rindu, sayang adalah emosi yang dimiliki setiap orang. Emosi manusia sifatnya dinamis, berubah-rubah sesuai dengan apa yang kita alami dan kita rasakan. Biasanya kita berkarya kalau mood kita bagus atau sedang senang, tapi ada kalanya perasaan marah atau sedih bisa juga menjadi inspirasi dan dituangkan kedalam karya.

Kegelisahan akan sesuatu dapat juga diekspresikan dalam sebuah foto. Foto-foto dengan tema sosial, lingkungan hidup, kesetaraan gender sering kita jumpai sebagai media untuk menyampaikan pesan kegelisahan si pembuat foto. Dengan foto tersebut tentunya sang fotografer berharap emosi yang dia tumpahkan dalam foto dapat tersampaikan, dan menjadi solusi dari keresahannya.

4. Pemahaman
Kita hidup menyerap informasi dari segala arah, segala media, baik sadar ataupun tidak. Informasi yang kita terima tersebut, diolah dalam diri kita dan berbaur dengan informasi yang kita terima sebelumnya, menjadi pemahaman akan sesuatu. Dengan modal itu kita ingin mencitrakan sesuatu sesuai dengan definisi atau pemahaman kita sendiri.
Atau bisa juga secara sengaja kita menjabarkan definisi akan sesuatu.

Banyak sekali terminology yang bisa dibuat visualisasi ke dalam bentuk foto. Dan untuk istilah-istilah yang sudah umum tersbut, sebaiknya dipahami dan dicari referensi sebelum kita memutuskan untuk menterjemahkan ke dalam bentuk foto.

Keempat sumber inspirasi tersebut bisa bediri sendiri satu dengan lainnya, tapi ada kalanya berbaur tanpa kita sadari, menjadi sebuah inspirasi yang membekali ide kita untuk membuat suatu foto konsep. 

Dengan berbagai kompleksitas sebuah foto konsep, maka perencanaan menjadi sangat penting. Pada artikel berikutnya, saya akan coba menjabarkan bagaimana mengolah sebuah ide mentah ke dalam bentuk foto, dan merencanakan sebuah pemotretan foto berkonsep.

Tapi sebelum itu, dengan uraian diatas, mari kita coba buka mata, buka telinga dan buka pikiran kita untuk menyerap sekeliling kita, dan bermain imajinasi, selamat mencoba ☺

Ve Dhanito

* artikel ini diterbitkan di Majalah Digicom, edisi Agustus 2011"


Beberapa contoh kreasi saya dalam Fotografi Konseptual yang coba saya gabung dengan style saya sendiri, masih dalam tahap pembelajaran, hehe







Terima Kasih, Selamat Pagi dan Semoga Bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...