Langsung ke konten utama

[EVENT] Beramal Lewat Fotografi

Tahun ini, event internasional ONE MINUTE ON EARTH kembali diadakan. Event ini adalah event amal lewat fotografi. Sebelum saya jelaskan prosedurnya ada baiknya saya ceritakan sedikit latar belakang event ini.



One Minute On Earth digagas oleh Gido dan Jo Williams, Street Photographer yang berdomisili di Jerman. Mereka berdua adalah founder dari kujaja.com, sebuah organisasi fotografi yang berbasis di Hamburg, Jerman. Ide ini tercetus begitu saja, iseng-iseng, namun ternyata ini adalah ide yang sangat brilian. Mereka ingin memberikan bantuan kepada anak-anak yang membutuhkan lewat fotografi. Satu menit, bisakah untuk merubah dunia, bisakah untuk membuat dampak yang besar. Ternyata bisa jika dilakukan oleh banyak orang. Kita hidup didunia ini dalam rentang waktu yang berbeda, kamu bisa saja membaca postingan ini pada malam hari, di luar sana ada orang lain membaca nya di siang hari.

One Minute On Earth, bersama-sama memotret dalam waktu satu menit, di seluruh dunia. Foto dari semua fotografer tadi akan dikemas menjadi satu buku (photobook), tentunya setelah proses kurasi. Kemudian buku tersebut dijual secara online melalui blurb.com. Profit/ keuntungan dari penjualan buku ini akan didonasikan kepada anak-anak yang membutuhkan. Di tahun 2013, profit didonasikan untuk anak-anak jalanan di Kolkata, India. Tahun 2014, didonasikan untuk panti asuhan di Cape Town, Afrika. Sedangkan untuk tahun ini akan didonasikan untuk anak-anak di daerah Middle-East.

Tahun 2015 ini, One Minute On Earth kembali diadakan pada tanggal 10 Oktober jam 10:10:10 GMT atau jika dikonversi ke waktu WIB di Indonesia jam 17:10:10. Hanya satu menit, artinya selesai pada jam 17:11:10 WIB. Event ini terbuka untuk umum, yang artinya tidak hanya fotografer profesional yang bisa ikut. Lantas bagaimana prosedurnya? Mari kita ikuti langkah di bawah ini.
  1. Mendaftar di situs http://www.kujaja.com/en/
  2. Setelah kamu menjadi member kujaja, buka http://www.kujaja.com/en/photobooks/show/one-minute-on-earth-2015
  3. Klik join this book
  4. Kemudian kamu sudah bisa bergabung di event ini bersama seluruh fotografer yang ikut OMOE 2015, kamu bisa cek siapa saja yang ikut pada tab member
  5. Silahkan kamu koreksi waktu untuk daerahmu, misalnya untuk WIB, menjadi jam 17:10:10.
  6. Kamu boleh memotret apapun yang kamu suka (landscape, seascape, street photography, people, flower, portrait, conceptual) dengan satu syarat, ada unsur langit dalam fotomu
  7. Kamu bisa mengajak teman atau komunitas mu untuk bergabung dan bisa memotret bersama
  8. Persiapkan semua nya sebelum jam yang ditentukan agar disaat eksekusi kamu sudah siap
  9. Kamu boleh memotret sebanyak yang kamu mau dalam rentang waktu satu menit.
  10. Pilih 3 foto terbaikmu (maksimal 5) untuk diupload di kujaja, kamu bisa menguploadnya di link http://www.kujaja.com/en/photobooks/show/one-minute-on-earth-2015
  11. Jika kamu tidak bisa memotret 3 foto dalam satu menit, misalnya kamu terkendala karena cuaca. Kamu bisa mengupload satu foto saja.
  12. Untuk perlatan, tidak ada batasan, kamu bisa menggunakan kamera handphone, kamera compact, kamera mirrorless atau kamera DSLR.
  13. Upload dengan ukuran 3000x2500 pixel dgn min 240dpi!!), lebih dari itu lebih baik. Editing minor diperbolehkan.
  14. Watermark dan Border tidak diperbolehkan
  15. Sertakan keterangan pada bagian deskripsi (deskripsi foto dan deskripsi tentang kamu)
  16. Foto yang sudah diupload nantinya akan dikurasi oleh tim kurator kujaja
  17. Foto yang sudah dikurasi akan dimasukkan ke dalam photobook sedangkan untuk foto yang tidak lolos kurasi tidak akan dimasukkan ke dalam photobook, tapi masih akan tayang di situs kujaja
  18. Foto yang masuk ke kujaja otomatis akan diberi hak cipta dari kujaja (copyright) 
  19. One Minute On Earth adalah non-profit book. Untuk buku profitnya akan didonasikan 100% untuk anak-anak di Middle-East
Hope you all join. Saya sendiri sudah bergabung dan ini adalah kali kedua saya ikut One Minute On Earth. Pada saat memotret, walaupun sendirian tapi saya tidak merasa sendiri, karena di saat bersamaan saya dan rekan-rekan lain di seluruh dunia sama-sama memencet shutter.

Bagaimana? Sekarang kamu percaya satu menit bisa menghasilkan dampak yang besar?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...