Langsung ke konten utama

Kreatifitas Anak Muda Sumatera Barat Edisi Comic Strip Part I

Assalamualaikum

Weekend ini saya kembali berkumpul bersama teman-teman Street Photography Festival 2015 setelah kami sibuk dengan urusan masing-masing sejak akhir desember lalu. Namun saya tidak akan menceritakan tentang mereka. Saya akan melanjutkan seri Kreatifitas Anak Muda Sumatera Barat, kali ini tentang Comic Strip. Saya mengubah kata "Padang" dengan "Sumatera Barat" karena memang teman-teman yang berkarya di Padang tak semuanya asli orang Padang.

Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia. Strip komik adalah sebuah gambar atau rangkaian gambar yang berisi cerita. Strip komik ditulis dan digambar oleh seorang kartunis, dan diterbitkan secara teratur (biasanya harian atau mingguan) di surat kabar dan di Internet. Di Britania Raya dan Eropa, strip komik juga diterbitkan secara berseri dalam majalah-majalah komik, sementara kisah sebuah strip kadang-kadang bersambung hingga tiga halaman atau lebih. Strip komik juga telah muncul dalam majalah-majalah AS, seperti misalnya Boy's Life.

Sekarang mari kita lihat satu persatu comic strip (strip komik) yang dibuat kreator dari Minangkabau. Klik judul masing-masing comic strip untuk menuju ke halaman sumber. 



Pengguna media sosial Facebook, Twitter, Instagram ataupun Line dari Sumatera Barat pasti sudah banyak yang tau akun ini. Si Bujang menjadi tokoh yang fenomenal karena membahas tentang kejadian yang sedang hangat dibicarakan. Si Bujang, komik strip dari Minangkabau yang mengangkat isu-isu sosial masyarakat maupun politik, seni dan budaya. Begitulah deskripsi di laman akun Si Bujang. Kreator comic strip ini adalah Iggoy El Fitra, yang merupakan salah satu wartawan terkenal di Antara Sumbar. Isi cerita dalam setiap comic strip Si Bujang selalu menceritakan sebuah peristiwa dengan gaya yang satir dan mewakili kekesalan serta tanggapan masyarakat terhadap berita yang banyak muncul. Diantaranya kabut asap Sumatera, kisruh PSSI, Tour de Singkarak, Batu Akik, Selfie, Masjid Raya Sumatera Barat, terorisme, korupsi, dll.
Salah satu penyanyi asal Korea mengatakan bahwa setiap karya yang kita buat untuk ditampilkan kepada publik, akan menjadi milik publik. Mereka berhak menilai karya tersebut dan pasti akan ada pro-kontra. Banyak yang pro terhadap cerita Si Bujang namun banyak juga yang kontra.
Saya menilai, Si Bujang adalah salah satu comic strip tersukses di Sumatera Barat. Karena setiap karya yang bagus akan selalu mendapatkan respon yang tinggi dari masyarakat, baik itu pro maupun kontra.



Si Buyuang berasal dari Bukittinggi, demikianlah deskripsi yang ada tentang Buyuang. Cerita yang disajikan Buyuang lebih banyak tentang kejadian sehari-hari disekitar kota Bukittinggi dengan tambahan komedi. Salah satunya yang saya suka adalah tukang parkir UFO di Jam Gadang yang saya cantumkan di atas. Kelucuan dari cerita Buyuang sering disajikan di akhir cerita, seperti stand up comedy ya, haha. Sampai saat ini saya tidak tahu siapa kreator Si Buyuang, mungkin pembaca bisa bantu saya di kolom komentar jika ada yang tau. Yang jelas Si Buyuang telah menjadi ikon comic strip nya Bukittinggi.



Ijom and friend adalah comic strip minang yang menceritakan petualangan karakter bernama Ijom bersama teman-temannya. Ada Ijom & Bara ada Ijom & Bujang ada Ijom & Yondrilianti Art, bisa dibilang Ijom ini karakter yang mudah bergaul, hehe. Ketika saya lihat, comic strip ini tidak memiliki satu tema yang tetap namun memiliki karakter anak muda kekinian. Kreator Ijom bernama Topfik.



Pendekar Nusantara berisi banyak karakter yang terdiri dari semua pendekar yang ada di tanah air. Walaupun namanya Pendekar, namun ceritanya justru bukan tentang duel atau perkelahian antar pendekar. Kejadian sehari-hari ditambah unsur komedi menjadi andalan comic strip ini. Hampir sama dengan Si Buyuang namun ciri khas pakaian pendekarnya lah yang menjadi pembeda. Kreator Pendekar Nusantara bernama Irvan Putra.

Demikian ulasan saya kali ini, semoga bermanfaat. Bagi yang penasaran kenapa saya bikin judul dengan embel-embel part I, karena masih akan ada part selanjutnya. Ya untuk edisi comic strip saya mendapatkan cukup banyak referensi. Dukung terus karya urang awak, jangan lupa like/ follow akun mereka ya, share juga ke teman-temanmu yang aktif di media sosial.

Saya bikin tulisan di blog ini hanya ketika saya sempat, so kalau kamu gak mau ketinggalan silahkan subscibe/ bookmark/ add to circle. Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...