Langsung ke konten utama

Kreatifitas Anak Muda Sumatera Barat Edisi Comic Strip Part II

Weekend enaknya ngapain? Ada yang pacaran, ada yang nonton bola, ada yang nonton bola sambil pacaran, ada yang ngumpul sama teman-teman, ada yang latihan kegiatan seni, kegiatan olahraga, ada macem-macem dah.

Malam ini saya terpaksa kembali kerumah karena pada ribut di cafe tempat saya biasa duduk (dan online) soalnya banyak pertandingan bola ya, pada teriak teriak, yaaa yaaa goool, enggakkk jadiii, aahhhh k#$^&#. Ya begitulah, saya bukannya gak suka nonton bola tapi tim kesayangan saya tidak tayang di tv lokal.

Sebenarnya saya mau bikin materi untuk hari kamis besok di Universitas Bung Hatta. Saya diminta untuk menjadi pemateri fotografi dengan tema Fotografi: Masa Lalu dan Masa Kini. Alhamdulillah setelah kegiatan Street Photography Festival Sumatera Barat, saya dapat beberapa tawaran untuk mengisi kegiatan fotografi.

Kali ini saya akan melanjutkan seri "Kreatifitas Anak Muda Sumatera Barat" Edisi Comic Strip Part II. Sebelumnya saya sudah post Part I dengan 4 Comic Strip. Silahkan langsung klik judul Comic Strip untuk langsung menuju halaman sumber.




Si Krambir adalah pendatang baru di dunia comic strip, postingannya baru 18 post di instagram saat saya menulis ulasan ini. Namun dilihat dari konten dan gambarnya, terlihat kreator Si Krambir sudah sangat mahir. Cerita Si Krambir sangat anti-mainstream, tidak ngikut dengan apa yang sedang hangat dibicarakan saat ini, namun tetap menjadikan kita sebagai penikmat terhibur.

2. DA_JEK


Di Jakarta ada Gojek, disini ada Da Jek. Da Jek sendiri bukanlah tukang ojek walau di beberapa komiknya sempat muncul tukang ojek, tapi ternyata bukan dia tukang ojeknya. Da Jek cuma jadi penumpang ojek dan gak bayar ojeknya. Yah gak ada hubungan dengan Gojek ya. Ceritanya macam-maca, mulai dari carito saisuak (cerita lama) atau pun tentang hal-hal yang ada di jaman sekarang ini.

3. DA BAR (CILOTEH BARUAK)


Ciloteh Baruak menceritakan kehidupan manusia sehari-hari dari sudut pandang seekor beruk. Komik ini juga hasil karya Iggoy El Fitra, kreator Si Bujang. Da Bar sebelumnya sempat tampil di beberapa komik Si Bujang sampai akhirnya punya akun dan komik sendiri. Mirip sama beberapa superhero DC Comic/ Marvel ya, awalnya muncul di film superhero lain sampai akhirnya punya film sendiri.

Sekian serial Comic Strip Part II, mudah-mudahan menjadi informasi dan inspirasi yang berguna. Saya nulis cuma pas sempat saja, jadi buat kamu yang gak mau ketinggalan tulisan-tulisan selanjutnya silahkan subscibe/ follow/ bookmark/ add to circle.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...