Langsung ke konten utama

Trip Kuliner di Padang

Hai, selamat siang
Apa kabar semua? Semoga selalu sehat ya.

Btw, udah lama sekali rasanya gak nulis di blog ini. Mohon maaf kepada pembaca semua yang lebih sering melihat postingan video yang aku share dari youtube.

Beberapa tahun lalu aku sempat membuat sebuah usaha kecil-kecilan, sebagai middle-man sih, namanya KIRA Food & Snack. Usaha ini sempat terhenti karena kesulitan dalam me-manage urusan-urusannya, salut dengan usaha yang juga berposisi sebagai middle-man tapi tetap jalan sampai sekarang. Eh ini aku bahas middle-man pada tau gak kamsud nya? Dalam dunia usaha, middle-man bisa diumpamakan sebagai distributor, penengah, dll. Aku pernah nonton film bertema bisnis, yah banyak kekerasannya juga sih, yang nonton Layer Cake pasti tau. Disana sang bisnisman tua berkata pada pemeran utama (Daniel Craig) kalau bisnisman yang baik adalah middle-man yang bagus. Usaha-usaha digital yang kita lihat saat ini rata-rata mengambil peran sebagai middle-man seperti Tokopedia, Bukalapak, Olx, Sribulancer, Youtube, dll.

Ok, cukup sudah soal middle-man nya ya, kita beralih ke tema yang ingin dibahas. Kenapa aku ingin bahas soal kuliner (lagi)? Karena ternyata tulisan lama ku Kuliner Murah Meriah Di Padang berada di puncak pencarian di blog ini, menjadi postingan paling trend. Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah membaca. Namun postingan tersebut tayang dari tahun 2013 kemarin, dan Kota Padang sendiri selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Jadi aku harus melakukan pembaharuan supaya informasi nya tidak kadaluarsa.

Aku berusaha menghidupkan kembali KIRA Food & Snack, masih sebagai middle-man tapi tidak menjual makanan lagi, melainkan membuat review makanan dan snack di Sumatera Barat yang paling up to date, ya 2017 ini. Tidak lagi berbentuk tulisan saja, namun ada video nya. Jadi teman-teman semua bisa langsung merasakan keseruan di tempat tersebut. Video ini diberi nama KIRA Culinary Trip dan akan dipandu langsung oleh saya yang selalu berada di balik layar blog ini, hehe. Tentu gak akan selalu sendiri, di beberapa video aku akan ditemani beberapa orang seperti wanita tercinta, Ika. Dan mungkin juga teman-teman lain, bahkan mungkin kamu yang sekarang sedang membaca tulisan ini, mana tau kalian punya rekomendasi tempat makan yang enak di Padang dan sekitarnya dan kita akan syuting bareng, hihi.

So, udah penasaran ya? Silahkan langsung cek video dibawah ya!!!


Langsung ke halaman youtube nya juga bisa, jangan lupa Support nya. Dengan memberikan komentar dan subscribe artinya kalian udah bantu aku untuk terus berbagi informasi. Cukup login dengan akun google mu, kemudian klik Subscribe, gratis kok, gak bayar.

Itu saja informasi hari ini, semoga bermanfaat dan da daaaahhh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...