Langsung ke konten utama

5 Perumahan Terkemuka di Kota Padang

Sampai bulan Oktober 2019, saya tidak begitu tertarik dengan rumah, perumahan, investasi properti, dan semua hal yang berkaitan dengan itu. Tapi semua nya berubah setelah ada beberapa perusahaan di bidang properti ikut hadir di kelas Google Gapura Digital yang saya pandu.

Saya mulai tertarik dengan bisnis properti karena semua orang butuh rumah. Apalagi di jaman sekarang ini, ada banyak sekali pengembang perumahan baru yang bermunculan. Saya sendiri sebenarnya juga sudah membeli rumah di daerah Payakumbuh. Penawarannya menarik, harga nya terjangkau dan dekat dengan pusat kota. Namun, saya tidak begitu memikirkannya, tidak ada ketertarikan khusus atau keinginan untuk berbisnis properti juga.

Salah satu peserta kelas bisnis Google Gapura Digital Padang, yaitu Perumahan Lumin Park menarik perhatian saya, karena mereka sudah menggunakan platform dan media yang bisa membantu mereka dalam pemasaran di internet. Saya juga cek halaman Google My Business mereka, ulasan nya bagus-bagus dan informasi nya lengkap.


Yang membuat saya salut, sekelas developer atau pengembang properti ternyata mau ikut kelas bisnis Google yang sebenarnya ditujukan oleh UMKM. Saya jadi merasa seperti orang penting karena peserta kelas saya tidak hanya UMKM, tapi juga perusahaan menengah-besar. Selain Lubuk Minturun Park, ada juga AET Travel, BepergianYuk.com, Zoera Tour Travel, dan masih banyak lagi. Mungkin di lain waktu saya akan menulis tentang mereka.

Karena judul kita kali ini adalah 5 Perumahan Terkemuka di Kota Padang, maka mari kita mulai dengan Perumahan Lumin Park yang sudah saya tuliskan diatas.


1. Perumahan Lubuk Minturun Park


Perumahan Lubuk Minturun Park atau yang biasa disingkat dengan Lumin Park adalah pengembang properti muda paling terkemuka di Kota Padang. Kenapa saya katakan muda? Karena perusahaan ini baru berjalan kurang dari 5 tahun, tetapi diisi oleh profesional yang sudah berkecimpung di dunia properti, manajemen dan marketing sejak lama. Konsep rumah unggulan mereka adalah rumah minimalis. Berada tidak jauh dari kawasan perkotaan dengan suasana pedesaan. Jadi bagi Anda yang bekerja dekat dengan pusat kota atau pemerintahan tidak perlu khawatir.

Saya sudah berkunjung kesana dan memang sangat asri; suara air mengalir, suara burung, angin sepoi-sepoi. Cocok untuk pekerja kantoran yang saya yakin hari-hari nya di kantor pasti stressful. Lumin Park bisa jadi solusi jangka panjang untuk membantu merelaksasi diri. Karena kawasan ini tenang, hubungan dengan istri dan anak juga pasti baik dan lancar.

Karyawan-karyawan Lumin Park saya lihat sebagai orang yang mau berinovasi, bukti nya mereka mau ikut pelatihan bisnis digital bersama Google Gapura Digital Padang. Mereka ternyata juga sudah mengaplikasikan ilmu yang sudah saya bagikan. Salah satu nya adalah Content Marketing, bisa dilihat dari halaman blog yang ada di website Lumin Park.

Saat ini mereka juga berfokus dengan konten dan campaign investasi properti, karena perumahan tidak melulu harus berfokus pada penjualan rumah saja. Investasi properti adalah jawaban untuk para perantau Minang yang saat ini belum mempunyai rumah atau properti di kampung halaman.

Silahkan cari "Lumin Park" di google untuk tahu lebih banyak tentang mereka.

2. Perumahan Green Kartika Padang


Perumahan yang kedua ini berlokasi di Balai Gadang. Konsep yang mereka gunakan adalah rumah minimalis dengan harga murah di kawasan yang asri. Saya memang tidak mendapatkan banyak informasi di web nya, saya belum pernah berkunjung ke lokasi mereka dan marketing mereka juga belum pernah mengikuti kelas Google Gapura Digital bersama saya.

Alasan saya memasukkan Perumahan ini di nomor dua adalah karena mereka sudah bisa ditemukan dengan mudah dan punya reputasi yang cukup bagus.

3. Perumahan Golf Hills Residence


Perumahan Golf Hills Residence berlokasi di Bandar Buat dengan konsep alami dan sejuk. Walaupun berada di kawasan industri, namun mereka berhasil menemukan lokasi yang masih alami. Konsep yang digunakan juga masih merupakan konsep yang umum. Tapi kenapa saya masukkan ke dalam list ini? Karena lokasi. Jarang sekali ada tempat yang adem di kawasan industri.

Perumahan Golf Hills Residence masih mempunyai kekurangan di web nya. Informasi yang mereka sajikan di web masih ada yang "template" bawaan dari desain nya. Sudah ada halaman news, namun hanya berisi berita tentang kota Padang.

4. Perumahan Mega Asri Padang

Perumahan ini ada di beberapa lokasi. Tetapi mereka fokus untuk pengembangan di Sumatera Barat dan Riau. Perumahan Mega Asri juga disebut-sebut sebagai salah satu perusahaan perumahan lama di Sumatera Barat. Jadi ya, kalau ditanya tentang reputasi, mereka punya reputasi yang bagus.


5. Puri One Garina

rumah-mewah-padang

Terakhir ada perumahan mewah Puri One Garina, perumahan ini merupakan salah satu perumahan yang punya banyak sekali tipe rumah, mulai tipe 54 sampai tipe 200. Perumahan ini mengandalkan marketing konvensional, karena jejak mereka di digital sangat terbatas. Saya hanya menemukan satu laman blogspot, yang mana sama saja dengan blog saya ini kan. Sangat kontradiktif dengan label nya sebagai perumahan mewah.

Namun, diluar itu semua, saya mengacungi jempol untuk strategi marketing yang mereka gunakan. Diantaranya adalah memberikan bonus potongan harga, furnitur, tangki air sampai umroh.

Bagaimana? Tertarik untuk membeli rumah di Padang?
Semoga tulisan ini bisa memberikan informasi kepada Anda semua yang punya minat terhadap rumah.

Jangan lupa share ke teman-teman yang membutuhkan informasi tentang rumah, perumahan dan properti di kota Padang.

Terima kasih dan Wassalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...