Langsung ke konten utama

Ternyata Menunggu Antrian Haji Tidaklah Lama

Haji, entah bagaimana nasibnya tahun 2020 ini mengingat wabah virus corona menyebar bak plaga di Resident Evil. Umroh sudah ditutup, namun belum ada berita pasti tentang haji tahun ini. Saya mendengar beberapa berita sih kalau Haji tahun ini tetap dilaksanakan, jamaah Umroh saja yang dibatasi.

Kenapa hari ini saya mau membahas soal Haji? Begini cerita nya...

Bulan lalu saya pulang kampung untuk bertemu orang tua. Sambil bercengkrama santai di sore hari, Ibu saya bertanya tentang jadwal Haji yang penuh ketidakpastian.

Ibu dan Ayah saya sudah mendaftar Haji tahun lalu, kemungkinan berangkatnya 2028 kalau tidak salah. Jika Haji tahun ini ditutup, maka sudah pasti Ibu dan Ayah saya akan berangkat pada tahun 2029.

Saat kembali ke Padang, saya bertemu dengan seorang sahabat bernama Pak Muchlis, orang-orang sih memanggilnya Haji Muchlis, tapi sebenarnya dia belum naik Haji. Karena keseringan pakai peci haji maka nya dipanggil Haji Muchlis. Pun kalau ditanya kapan Haji, dia jawabnya saat kecil, manasik haji di kampung, duh.

Tapi dari Pak Muchlis ini saya mendapatkan informasi penting tentang Haji khusus yang langsung bisa berangkat tahun ini atau paling lama menunggu satu tahun saja, namanya Haji Furoda. Saya langsung terbayang-bayang First Travel, apakah ini semacam scam?

Pak Muchlis menjelaskan kepada saya apa itu Haji Furoda, saya sih ingat nya cuma Haji Tanpa Antri saja. Namun, untuk lebih jelas nya, sebaiknya saya kutip saja dari situs resmi nya, hajifuroda.com

Haji Furoda adalah layanan Haji Khusus Tanpa Antri menggunakan Visa resmi yaitu Visa Haji Mujamalah atau dikenal juga dengan Visa Haji Furoda yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tanpa perlu menunggu antrian haji dari pemerintah Indonesia.
Nah, itu dia pengertiannya...

Soal harga? Namanya juga tanpa antri dan dikelola langsung Kerajaan Arab Saudi sudah pasti lebih mahal. Jika sudah mampu, baik secara materi maupun mental, sebaiknya Anda melaksanakan ibadah Haji sesegera mungkin.

Kenapa sesegera mungkin? Informasi lengkapnya saya temukan disini. Saya tidak cantumkan di dalam postingan ini, takutnya copyright, hehe.

Kemudian saya telusuri lagi di Google, apakah Haji Furoda ini resmi atau tidak. Ini yang saya temukan dari Berita Satu.



Walaupun Haji Furoda ini adalah layanan khusus dari Kerajaan Arab Saudi, penyelenggara haji, tapi ternyata dulunya tidak dikategorikan resmi oleh Pemerintah Indonesia, karena yang bertanggung jawab adalah Kerajaan Saudi Arabia. Tapi sekarang, sudah dinyatakan legal namun harus menggunakan jasa resmi.

Hati-hati terhadap jasa tidak resmi, sebaiknya gunakan jasa resmi nya saja atau menggunakan jasa tour travel yang sudah terdaftar resmi di Kemenag. Apalagi yang mengiming-imingi harga rendah, patut untuk diwaspadai.

Sekian saja untuk hari ini, semoga Anda semua yang berencana berangkat Haji, bisa terlaksana secepatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...