Langsung ke konten utama

Ada ya yang Lebih Pendek daripada Cerita Pendek?


 

Aku sedang pitching dengan calon investor. Saat aku menampilkan layanan unggulan kami, semua terkejut. Aku senang karena mereka sangat antusias. Tapi ternyata mereka kaget karena ada pesan di layar bertuliskan “kita putus”


Yap, itu adalah sepenggal tulisan Fiksi Mini yang saya pelajari beberapa waktu belakangan. Saya memang pernah membuat tulisan dengan gaya seperti ini. Hanya saja, saya baru tahu kalau namanya adalah Fiksi Mini.


Bahkan di website badan bahasa, ada penjelasan tentang Fiksi Mini. Fiksi mini adalah sebuah cerita sangat pendek yang berasal dari kata fiksi (cerita) dan mini (kecil atau pendek). Berbeda dengan cerpen lain, fiksi mini membebaskan pembaca untuk mengembangkan tema, alur cerita, akhir cerita dan simpulan cerita sesuai daya imajinasinya.


Fiksi mini memuat 140 karakter yang terdiri atas judul dengan uraian 4—10 kata. Fiksi mini biasanya bercerita tentang isu sosial, kritik, pengalaman, dan kisah tokoh yang dihiasi ide-ide lucu, nakal, sedih, dan heroik.


Sebutan lain fiksi mini adalah cerita kartu pos, nouvelles (Prancis), cerita setelapak tangan (Jepang), fiksi kilat, fiksi dadakan, dan mikrofiksi (Amerika).


Beberapa contoh fiksi mini lainnya yang saya dapatkan dari website lain diantaranya:


Petak Umpet


Aku mencoba menemukannya. Aku sudah mencarinya dibalik setiap pohon yang ada dibelakang rumah. Tapi tetap saja tak terlihat wujudnya. Lalu terdengar suara dari dalam rumahku, "Billy! Masuk, sudah maghrib."


Pelukan Ibu


Ibu memelukku dengan erat, hingga aku pun tertidur pulas. Saat aku terbangun, "Ayah, tolong panggilkan ibu."

"Sabar dan ikhlaskan ibu ya nak," ucap lirih sang ayah.


Hantu


"Pa, aku takut, di bawah tempat tidurku ada hantu," kata sang anak.

Sang papa pun mengecek ke bawah tempat tidurnya dan mendengar suara berbisik, "Pa, jangan percaya, dia

itu hantu."


Saya juga memanfaatkan fiksi mini untuk mengakomodir keinginan bercerita menggunakan 2-3 kata trending di twitter. Hasil nya cukup impresif.


Semoga bisa membuka wawasan teman-teman yang membaca tentang dunia penulisan.

Kalau ada yang mau berbagi ilmu seputar fiksi mini dengan saya, bisa komen dibawah atau DM IG saya disini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...