Langsung ke konten utama

UMKM Indonesia Manja, Mentor Bisnis pun Malas


Assalamualaikum Wr. Wb.

Apa kabar nih? Semoga sehat selalu ya!


BTW pada kenal Billy Boen gak temen-temen? Yang nonton Metro TV pasti tahu ya.

Sekilas tentang Billy Boen saya kutip dari Wikipedia

Billy Boen (lahir di Jakarta, 13 Agustus 1978; umur 43 tahun) adalah pengusaha asal Indonesia. Pada usia yang relatif muda, Billy (panggilan Billy Boen) telah menjadi pimpinan di beberapa perusahaan.Pada 2005, ketika usianya baru 26 tahun, Billy dinobatkan menjadi general manager (GM) PT Oakley Indonesia. Ia menjadi GM Oakley termuda di dunia kala itu. Pada akhir 2006, bersama Rudhy Buntaram, pemilik Optik Seis, Billy mendirikan perusahaan pertamanya, PT Jakarta International Management (JIM).


April 2009, Billy menulis buku berjudul Young on Top yang kini hak penerbitnya dipegang oleh Bentang Pustaka. Hingga kini, buku ini telah dicetak ulang total sebanyak 30 kali. Di dalam buku yang telah diperbaharui penulisannya sebanyak 2 kali tersebut, Billy menuliskan 40 kunci sukses di usia muda (20-30 tahun). Beberapa contoh di antaranya adalah untuk menjadi seseorang yang mengetahui apa purpose hidupnya, passionnya, dan untuk selalu berpikiran positif, terbuka, tepat waktu, tidak pernah putus asa, selalu bertindak lebih dari biasanya, dan menggunakan teknologi untuk pengembangan karier dan bisnisnya.

Nah itu dia biodata singkat Billy Boen.

Beberapa waktu lalu Billy Boen sempat posting satu tulisan di instagram pribadinya...


www.domainesia.com




Kali ini saya mau komentarin postingan yang ini nih. Tanggapan saya sebagai praktisi dan juga trainer UMKM di DigiPlus101 dan ex Master Trainer nya Google Gapura Digital. Saya sudah buat satu video di YouTube Channel nya DigiPlus101 dengan nama program UNCUT. Kalo gak salah Billy Boen juga punya acara TV namanya UNLOCK, mirip-mirip ya? hehe.



Mudah-mudahan memberikan informasi dan pengalaman baru bagi teman-teman di luar sana, khususnya praktisi bisnis, agensi, UMKM dan juga pemerintah.

Semoga pandemi cepat kelar dan usaha kita bisa berjalan dengan baik lagi, kalo bisa lebih baik dibandingkan sebelum Covid-19.


Untuk teman-teman UMKM yang ingin mendapatkan pendampingan dari DigiPlus101 silahkan kirimkan profil usaha kamu ke digiplus@kiracreativa.com

Terima kasih.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Jepretan Mini DV

Malem guys, kalo kamu baca nya siang ya udah gapapa, yang penting ane nge post udah tengah malam. Bodo amat, kenal juga gak *bintangtimurstyle Okeh epribadih, kali ini saya ditemani netbook baru ASUS Notebook X201E-KX161D - White  plus HUAWEI USB Modem [K3765]  cuma mau share dan upload hasil dari kamera TAFF Mini DV saya yang saya beli beberapa waktu yang lalu. Nah, ini kamera nya Kecil mungil, iye, awalnya kecewa, gila, ini mainan ya? Ish pas gue pake, mantep bener bro, gak kalah ama camdig ato SLR. Ini dia beberapa hasil jeprtan saya, Nah, gimana sob? Keren kan? Menurut saya sih keren abiis. Dari kekecewaan soal kamera yang super mungil berubah menjadi kekaguman. Yah walaupun gak kebeli SLR, menurut saya cukup lah Mini DV menjadi instrumen fotografi saya, walau gak jago-jago amat. Seperti kata-kata bijak fotografer, Biar Foto yang Bicara. Tapi ada beberapa teknik yang saya pelaja...

Cara Buka Coffee Stall Modal 5 Juta: Berdasarkan Pengalaman Pribadi & Panduan Praktis

Banyak orang berpikir membuka usaha kopi butuh modal puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, kenyataannya tidak harus begitu. Dulu, saat pertama kali terjun ke bisnis kopi, boro-boro saya kepikiran membuat cafe yang estetis. Saya memulainya dari bawah: jualan kopi botolan dari rumah, murni hanya mengandalkan pesanan via GoFood dan GoSend. Peralatannya? Ya seadanya saja. Tapi ternyata, pelan-pelan orderan mulai stabil dan makin ramai. Dari putaran keuntungan jualan kopi botolan itu, saya memberanikan diri untuk upgrade dengan membuka booth kontainer kecil-kecilan. Respon pasarnya ternyata luar biasa! Antusiasme pembeli yang tinggi akhirnya menarik minat seorang teman untuk ikut memberikan suntikan investasi. Dari sana, booth kontainer itu perlahan berevolusi menjadi sebuah outlet permanen berukuran 3x5 meter, lengkap dengan area outdoor 3x10 meter untuk tempat pelanggan nongkrong santai. Perjalanan itu menyadarkan saya pada satu prinsip penting: mulai saja dulu dari yang keci...

Cerpen: Sebelah Kursi, Sepotong Hati

Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...